
Korea Selatan (Korsel) berniat meningkatkan pariwisata mereka dengan menawarkan kebijakanĀ bebas visa bagi wisatawan atau turis dari China pada kuartalĀ ketiga tahun ini.
Kebijakan bebas visa untuk wisatawan asal China itu diharapkan memperbaiki pariwisata Korea Selatan di tengah lesunya permintaan domestik dan menjelang pertemuan puncak Asia-Pasifik akhir tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan setelah keputusan China pada November lalu untuk memperpanjang pembebasan visa bagi warga negara dari Korea Selatan dan negara-negara Asia dan Eropa lainnya yang bepergian untuk bisnis, wisata, dan kunjungan keluarga hingga akhir tahun ini.
“Kami akan memperkenalkan pembebasan visa sementara bagi wisatawan grup dari China pada kuartal ketiga untuk mempercepat pemulihan jumlah pengunjung China,” kata Choi Sang-mok, penjabat presiden negara tersebut, seperti dilansir VN Express.
Korea Selatan dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin dari 21 negara untuk forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada kuartal keempat tahun ini di kota Gyeongju di tenggara, yang terkenal dengan wisata warisan budaya.
Sepanjang tahun lalu, 16,4 juta wisatawan mengunjungi Korea Selatan, naik 48% dari tahun sebelumnya dan dibandingkan dengan 17,5 juta pada tahun 2019 sebelum Covid.
Warga negara China merupakan bagian terbesar, mencapai 28 persen, menurut data pemerintah Korsel. Dari total ini, hampir sepertiganya adalah wanita berusia 20-an dan 30-an.
Budaya populer Korea Selatan mulai dari musik K-pop hingga mode telah mendapatkan pengakuan global dalam beberapa dekade terakhir, dan pihak berwenang Negeri Ginseng berencana untuk mencoba dan memanfaatkannya lebih jauh.
Pemerintah korsel juga akan menyiapkan langkah-langkah tambahan yang bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan, seperti paket wisata khusus untuk makanan dan produk kecantikan Korea dalam upaya untuk menarik 18,5 juta pengunjung tahun ini.
Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan diperkirakan akan melambat tahun ini, dengan belanja konsumen tetap lemah di tengah ketidakpastian politik yang terus-menerus yang dipicu oleh pemberlakuan darurat militer yang singkat dan tak terduga Desember lalu, yang juga berdampak pada pariwisata asing.